“Saat ini, GO-JEK tidak sedang mencari investor, namun tentunya kami selalu terbuka terhadap segala peluang untuk dapat memperkuat dan memperbesar bisnis kami demi melayani lebih banyak masyarakat Indonesia,” kata Nadiem dalam keterangan resmi yang diterima CNN Indonesia.
Sebelumnya, dilansir Reuters, Nadiem disebutkan sedang bicara kepada sejumlah investor untuk mendapat dana tambahan. Subsisdi dan tarif murah Gojek membuat kondisi keuangan layanan ini menipis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Go-Jek merupakan salah satu perusahaan start-up dengan pendanaan terkuat di Indonesia. Kekuatan modal kami dapat tercermin dari inovasi produk dan pelayanan yang terus menerus kami hadirkan,” tegas Nadiem.
Pendanaan tersebut digunakan untuk merekrut karyawan, mengembangkan teknologi, serta memberi pelatihan kepada mitra pengemudi agar berkendara secara aman.
“Kami juga terus menjaga hubungan baik dengan investor dan calon investor yang percaya akan kemampuan dan masa depan GO-JEK.,” tutup Nadiem.
(eno)