"5G akan jadi peledak untuk IoT," kata Hardyana Syintawati, VP Marketing Communications Ericsson Indonesia.
Teknologi Internet super cepat ini bisa memberi "makan" untuk semua kebutuhan perangkat yang bertugas mengantar dan menerima data via Internet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ericsson sendiri memprediksi teknologi akan hadir di tahun 2020 nanti, ketika nanti standarnya telah ditetapkan oleh badan internasional yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan industri Internet dan telekomunikasi.
Di masa itu, Ericsson memprediksi ada 50 benda yang bisa terhubung ke Internet dengan jumlah 5 miliar penduduk Bumi yang memanfaatkan Internet.
Perangkat itu tak lagi cuma ponsel, tablet, atau komputer, tetapi juga pakaian, sepeda, pemanas makanan, kamera CCTV, lampu, dan semua benda yang dibekali kartu SIM atau koneksi Wi-Fi.
"Kita akan melihat nanti satu perangkat bisa berkomunikasi dengan perangkat lain. Itu sudah terjadi sekarang. Ada machine to machine atau ada motor yang dipasangi kartu SIM," tuturnya kepada sejumlah media di Jakarta, Rabu (1/6).
Untuk mengantisipasi hal itu, Ericsson telah membangun sebuah sistem dan solusi teknologi end to end IoT Accelerator yang mereka tujukan untuk segmen korporasi atau pemerintahan, dan tak menutup kemungkinan perusahaan teknologi.
Langkah ini dilakukan Ericsson melihat semakin banyak korporasi atau lembaga lain yang bertransformasi memanfaatkan teknologi dan digital dalam menjalankan operasionalnya. Ericsson akan fokus di sektor industri keamanan publik, utilitas, transportasi, dan smart city.
Hardyana berkata IoT Accelerator akan menggabungkan platform IoT Ericsson dan teknologi konektivitas perusahaan asal Swedia tersebut. Solusi itu bisa berupa cloud, konektivitas, aplikasi, dan layanan.
"Kemampuan IOT platform 'akan mencakup manajemen data, penagihan, manajemen perangkat, layanan konektivitas, analisis, dan monetazion," katanya.
Lihat juga:Internet 5G Bisa Ciptakan Industri Baru |
Ericsson selama ini telah menyediakan solusi seperti sistem penagihan, konektivitas, dan layanan, tetapi dengan adanya IoT Accelerator ini, semua layanan itu seakan lebih diperkuat untuk menawarkan layanan end-to-end.
Tim baru untuk IoT Accellerator di Ericsson saat ini sedang dipersiapkan dan di Indonesia mereka sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah klien potensial. Solusi ini akan tersedia secara global pada kuartal ketiga 2016. (adt/eno)