Seperti dikutip dari CNN, perusahaan telekomunikasi masih dalam tahap awal pengembangan 5G yang diperkirakan baru akan rilis pada 2019 atau 2020 ini. Menurut Bill Smith, presiden perusahaan penyedia layanan telekomunikasi AT&T, belum ada standar yang ditetapkan untuk 5G.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat puluh kali
Sayangnya, kecepatan itu lazimnya hanya terbukti dalam eksperimen laboratorium, tidak di keadaan sebenarnya yang biasanya lebih lambat dari yang dijanjikan. Namun tetap saja, 5G jauh mengungguli 4G dari sisi kecepatan.
Nokia, salah satu pemain 5G terbesar, yakin teknologi 5G mereka mampu melesat dengan kecepatan 100 megabit per detik dalam jaringan yang paling baik, atau empat kali lebih cepat dari kecepatan tertinggi 4G.
Karakteristik lainnya dari 5G mampu dengan cepat membaca perintah. Artinya, dengan 5G pengguna lebih cepat membuka situs, aplikasi, video dan pesan.
Kebanyakan eksperiman 5G dilakukan di frekuensi tingkat-tinggi, sekitar 73 ribu MHz. Jaringan sinyal ponsel saat ini berada di frekuensi 700 hingga 3.500 MHz.
Kekurangannya, gelombang 5G sangat pendek dan tidak mudah menembus dinding. Berarti diperlukan ribuan, atau bahkan jutaan, menara telekomunikasi mini di setiap tiang lampu, bangunan, dalam rumah, atau bahkan di setiap kamar. Inilah yang tengah dicari solusinya.
Konsensus di kalangan pelaku industri telekomunikasi menyatakan eksperiman 5G akan dilakukan pada Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan, dan penerapan massal disinyalir awal 2020.
Namun Verizon menyatakan bahwa teknologi 5G mereka akan siap di awal 2017. Namun klaim ini diragukan mengingat proses panjang bagi perusahaan ponsel untuk mengembangkan chip yang mampu mengirim dan menerima sinyal 5G tanpa menguras kocek terlalu dalam. (den)