Berbicara dalam Code Conference 2016, Musk ditanya oleh pemandu diskusi Walt Mossberg dan Kara Swisher soal masa depan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Mossberg bertanya apakah Musk khawatir dengan upaya perusahaan besar macam Google dan Facebook ketika mengembangkan kecerdasan buatan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mossberg yang penasaran mencoba membongkar nama perusahaan yang dimaksud Musk. Tetapi ia memilih untuk tetap merahasiakan opininya, sambil tersenyum dan melihat lantai. "Hanya ada satu," kata Musk.
Musk menegaskan Open AI dibangun bukan tentang pesaingan dengan teknologi dari perusahaan lain, tetapi untuk mengindari masa depan umat manusia yang dikuasai oleh komputer hidup alias robot yang marah.
Organisasi ini akan terlibat dalam mengawasi penelitian serta pengembangan kecerdasan buatan yang dilakukan setiap perusahaan di dunia.
Lihat juga:Manusia Tak Boleh Ditindas Kecerdasan Buatan |
Musk dan sejumlah pengamat menilai jika teknologi ini tidak mendapat pengawasan dari dunia dan dikembangkan lepas dari kontrol manusia, maka ia akan membahayakan kehidupan manusia itu sendiri.
Tetapi, itu bukan berarti kecerdasan buatan di masa depan akan menjadi mengerikan seperti Skynet di film Terminator, namun Musk hanya ingin memastikan semuanya akan baik-baik saja. (adt)