Keterangan resmi Arianespace, perusahaan peluncuran roket yang membawa Brisat menjelaskan, jadwal baru adalah Minggu (19/6) dini hari waktu Indonesia Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara penundaan kedua karena gangguan sistem elektrik umbilikal pada roket yang menghubungkan tempat satelit EchoStar XVIII dengan pusat pengendali peluncuran roket.
Setelah dibawa oleh roket peluncur Ariane 5, satelit dengan 45 transponder tersebut, akan dilepaskan di angkasa dan memulai proses menuju slot orbit yang membutuhkan waktu maksimal 20 hari.
Setelah BRIsat menemukan orbitnya, perusahaan manufaktur BRIsat, asal Amerika Serikat, Space System/Local (SSL), akan menyerahkan secara resmi satelit tersebut ke BRI untuk dioperasikan langsung oleh ahli Teknologi Informasi BRI.