"Dalam menghadapi dan menyikapi kondisi pasar yang tingkat kompetisinya dirasakan berat tidak sepatutnya Pak Alex Rusli sebagai CEO Indosat, perusahan yang terkenal dan cukup besar, apalagi juga sebagai Ketua Umum Asosiasi penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mendorong (memprovokasi) operator selular lainnya untuk bersama-sama "mengeroyok" Telkomsel," tegas Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Nasional Telekomunikasi (Apnatel) Triana Mulyatsa, melalui rilis yang diterima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diingatkannya, pertumbuhan yang dijalankan Telkomsel disetorkan kepada negara melalui induknya yaitu Telkom sebagai BUMN yang saat ini sebagian besar sahamnya masih dimiliki pemerintah.
seperti dikutip dari Detikcom, Alex mengatakan secara nasional, market share Indosat Ooredoo mencapai 21,6 persen, Hutchison 3 Indonesia 14,4 persen, dan XL Axiata 14 persen, sisanya Smartfren Telecom. Namun jika keempatnya digabung, market share mereka di luar Jawa, diklaim Alex tak lebih dari 14 persen.
Sementara itu, dalam analisa harian yang dibuat Mandiri Sekuritas meyakini bahwa dominasi Telkomselpada pangsa pasar di luar Jawa tidak datang dalam semalam, karena merupakan hasil dari investasi panjang dalam infrastruktur jaringan bangunan sementara operator lain hanya fokus di Jawa.
"Kurangnya komitmen dalam membangun infrastruktur jaringan oleh operator lain telah menyebabkan layanan jaringan yang buruk, sehingga sulit bagi mereka untuk bersaing dengan Telkomsel. Perhatikan bahwa Telkomsel memiliki sekitar 110 ribu BTS dibandingkan 59 ribu dari XL dan 53 ribu dari Indosat,” tulis analisa itu. (tyo)