Seperti yang sudah diketahui, penetrasi jaringan 4G LTE yang dilakukan oleh para operator se-antero Nusantara semakin luas.
Selain dari kesiapan jaringan, perangkat mobile yang mendukung pun juga sudah berada di genggaman konsumen. Apalagi harganya yang terjangkau, membuat handset semakin diminati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyediaan teknologi untuk memaksimalkan jaringan operator yang dilakukan Huawei ini tentunya tidak lepas dari kehadiran 4G LTE. Diakui Rosidi, itulah tantangannya.
"Distribusi itu tantangannya. Kita harus identifikasi betul tempat mana yang betul-betul menggunakan 4G. Adanya 4G membuat konsumen semakin getol pakai data ketimbang voice atau SMS," ungkapnya lagi.
Dijelaskan Rosidi, trafik data 4G LTE dan distribusi handset 4G yang digunakan pun akan dipantau. Huawei menyiapkan tim khusus yang terdiri dari 600 teknisi yang tersebar di 14 lokasi.
"4G itu serba multimedia, dan sudah pasti konten video yang menjadi andalan. Kalau voice, ujung-ujungnya telepon bisa pakai WhatsApp yang trafiknya sendiri akan masuk ke data, bukan voice," imbuhnya. (tyo)