Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Indosat Ooredoo melakukan kampanye marketing dengan mengkritik tarif mahal milik Telkomsel. Selain itu, Indosat menuding Telkomsel terlalu dominan hingga menyebabkan monopoli di luar Pulau Jawa. Terakhir, Alex mengajak semua operator untuk bersama-sama melawan regulasi yang tak kompetitif.
Sebaiknya cooling down saja," katanya saat berbincang dengan CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politisi Partai Amanat Nasional ini tak melihat monopoli dari Telkomsel dan malah mendukung operator tersebut melanjutkan pekerjaannya membangun infrastruktur telekomunikasi hingga ke pelosok daerah.
Putra dari Amien Rais ini tak bisa menampik bila pada akhirnya akan terjadi kompetisi bebas. Sebab regulasi yang ada harus berasaskan pada keadilan untuk semua operator dan bukan memihak salah stau atau dua operator agar ada jaminan profitabilitas.
Hanafi juga mengkritisi soal Peraturan Pemerintah Tarif Interkoneksi dan Network Sharing yang menurutnya sebagai regulatory capture.
"Dua regulasi itu kalau dijalankan maka itu yang namanya regulatory capture. Pemerintah tidak lagi berperan sebagai wasit tapi malah jadi bagian dr kaki tangan industri. Ini yang menjadikan industri telekomunikasi tak lagi memenuhi kaidah level playing field. Kan tidak bisa kalah main bola lantas maksa wasit ikut nyetak gol. Analoginya kira-kira begitu," tandasnya.. (tyo)