Selama ini robot dan drone menghasilkan banyak data, namun penyimpanan internalnya masih terbatas untuk bisa menampung semua informasi baru.
Misalnya, drone yang sudah dilengkapi dengan sejumlah kamera memang bisa menghasilkan banyak video, namun jika hanya bermodalkan SD card atau Compact Flash saja, semua data tersebut kemungkinan tidak akan cukup ditampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada peluang besar di sana," ucap Ferguson, seperti dikutip dari situs PC World.
Lebih lanjut, semakin banyak data yang diunggah ke komputasi awan untuk dianalisis. Data yang ukurannya mencapai gigabyte tidak bisa diunggah secara real time ketika drone sedang terbang.
Seagate pun berencana untuk mengembangkan teknologi baru agar perangkat drone dan robot tidak akan kehilangan data atau mengalami kerusakan jika terkena air.
"Kami secara aktif sedang mengembangkan cara agar pengguna dimudahkan dalam memperoleh data secara real time," tutur Ferguson.
Rencananya, Seagate akan mengembangkan teknologi yang sekiranya memungkinkan drone bisa menghasilkan data dari pemetaan tiga dimensi (3D), di mana pengguna bisa berinteraksi dengan data itu secara real time sembari metransfernya ke server.
Sayangnya Seagate belum bisa membeberkan jenis penyimpanan apa yang akan ditawarkan untuk drone dan robot. Yang jelas, apabila drone merekam video High Definition (HD), kemungkinan akan membutuhkan storage berbasis SATA atau PCI-Express 3.0.
Sekadar diketahui, selain menjual produk penyimpanan untuk konsumen dan enterprise, Seagate yang berbasis di Cupertino, California, Amerika Serikat ini memang sedang gencar memperluas jangkauan bisnisnya di sektor Internet of Things (IoT) dan smarthome. (tyo)