Morgan Stanley Research mengutip data Taxi and Limousine Commission, yang mencatat ada 11.1 juta perjalanan taksi di New York dengan sekitar 397.780 perjalanan per hari. Angka ini mengalami penurunan 9 persen dibandingkan periode pada tahun sebelumnya.
Pada saat yang sama, Morgan Stanley mencatat perjalanan dengan Uber di New York mencapai 4,7 juta pada April 2016 atau tumbuh 121 persen dari tahun sebelumnya. Uber bisa melayani 168 ribu perjalanan per hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada April 2016, taksi kuning masih menguasai pangsa pasar perjalanan dengan mobil di kota New York, sebesar 65 persen, kemudian Uber 27 persen, Lyft 4 persen, Via 3 persen, dan Gett 1 persen.
Pangsa pasar Uber tumbuh pesat di New York setelah mereka meluncurkan layanan UberPool yang memungkinkan seorang sopir mengangkut lebih dari satu pemesan di dalam mobilnya dan membuat penumpang membayar lebih murah karena tarif perjalanan juga dibagi-bagi. Dalam penelitian ini, setiap kali sopir Uber mengambil penumpang UberPool baru, ia tercatat sebagai perjalanan terpisah.
Yang menarik dari penelitian ini, rata-rata jumlah pengemudi mingguan Uber sangat besar mencapai 26.970 dibandingkan sopir taksi kuning 30.488. Namun, dari sisi jumlah perjalanan yang ditempuh, pengemudi Uber mengambil lebih sedikit.
Menurut Morgan Stanley, pengemudi Uber melakukan rata-rata 44 perjalanan per pekan, atau enam perjalanan sehari selama tujuh hari sepekan.
Sementara sopir taksi jauh lebih besar, dengan rata-rata 91 perjalanan per pekan atau 13 perjalanan per hari. Perlu dicatat pula, sopir taksi kuning di New York tidak dimungkinkan melakukan bisnis seperti UberPool, sehingga jelas perjalanan harian mereka lebih besar.
Data-data ini menunjukkan taksi kuning masih menjadi pilihan transportasi dominan di New York, sekaligus memperlihatkan para pengemudi taksi bekerja keras melunasi biaya sewa sekaligus mendapatkan penghasilan pribadi.
Sementara pengemudi mobil panggilan berbasis aplikasi, menurut Morgan Stanley dimungkinkan bekerja jadi mitra Uber, dan terkadang bekerja juga untuk Lyft, bahkan Gett dan Via. (adt)