Bikin Pesawat Listrik, NASA Keluarkan Rp567 Miliar
Hani Nur Fajrina | CNN Indonesia
Kamis, 14 Jul 2016 07:56 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) berambisi mewujudkan pesawat terbang listrik dalam kurun waktu 10 tahun. NASA pun berinvestasi sangat besar untuk proyek ini.
Berangkat dari mimpi menciptakan kendaraan ramah lingkungan, NASA berniat merakit pesawat listrik seri X dengan suntikan dana fantastis, yakni US$43,5 juta atau setara Rp567 miliar.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk masa perakitan dan pengembangan hingga 2020 mendatang.
Mengutip situs Tech Insider, proyek tersebut terbilang agresif sebab tidak mudah untuk bisa merealisasikan produk berukuran besar dalam waktu singkat.
NASA awalnya membuat pesawat listrik berukuran kecil nan ramping yang diberi nama X-57. Ya, konsepnya tergolong hybrid.
Rencananya, X-57 akan dilengkapi oleh enam mesin elektrik di setiap sayapnya sebagai daya operasi. X-57 pun disebut-sebut bakal mampu terbang dalam kecepatan 281 kilometer per jam. Namun jarak tempuh X-57 hanya bisa mencapai 160 kilometer saja.
"Kami merancang pesawat terbang ini secara khusus untuk demonstrasi uji coba kami," ucap pemimpin investigasi proyek X-57 dari NASA, Sean Clarke.
Ia melanjutkan, "namun agar bisa dikomersialkan, teknologi baterainya perlu ditingkatkan lagi."
Setelah pengembangan X-57 rampung, NASA akan mengubah standar pesawat menjadi konsep serba listrik. X-57 rencananya akan diuji coba pada Maret 2018.
Setelah uji coba, NASA telah mempersiapkan sejumlah langkah berikutnya untuk menyempurnakan pesawat listrik tersebut agar bisa dikomersilkan dengan daya yang maksimal. (adt)
Berangkat dari mimpi menciptakan kendaraan ramah lingkungan, NASA berniat merakit pesawat listrik seri X dengan suntikan dana fantastis, yakni US$43,5 juta atau setara Rp567 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip situs Tech Insider, proyek tersebut terbilang agresif sebab tidak mudah untuk bisa merealisasikan produk berukuran besar dalam waktu singkat.
Rencananya, X-57 akan dilengkapi oleh enam mesin elektrik di setiap sayapnya sebagai daya operasi. X-57 pun disebut-sebut bakal mampu terbang dalam kecepatan 281 kilometer per jam. Namun jarak tempuh X-57 hanya bisa mencapai 160 kilometer saja.
"Kami merancang pesawat terbang ini secara khusus untuk demonstrasi uji coba kami," ucap pemimpin investigasi proyek X-57 dari NASA, Sean Clarke.
Ia melanjutkan, "namun agar bisa dikomersialkan, teknologi baterainya perlu ditingkatkan lagi."
Setelah pengembangan X-57 rampung, NASA akan mengubah standar pesawat menjadi konsep serba listrik. X-57 rencananya akan diuji coba pada Maret 2018.
Setelah uji coba, NASA telah mempersiapkan sejumlah langkah berikutnya untuk menyempurnakan pesawat listrik tersebut agar bisa dikomersilkan dengan daya yang maksimal. (adt)