Layaknya film "Armageddon" garapan sutradara Michael Bay, asteroid bernama Bennu ini diprediksi bisa menghancurkan kehidupan di Bumi. Namun misi NASA tersebut tidak melibatkan awak manusia yang meluncur ke luar angkasa.
Asteroid bernama Bennu selama ini melintasi orbit Bumi setiap enam tahun sekali dan dilaporkan sudah semakin dekat sejak ia ditemukan pada 1999.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2135, Bennu bakal terbang melintas antara Bulan dan Bumi, yang notabene jaraknya sangat dekat berdasarkan ilmu antariksa.
"Hal tersebut berpotensi semakin mendekatkannya Benny dengan Bumi satu abad mendatang," ucapnya, seperti dikutip dari news.com.au.
Perjalanan Osiris-Rex bakal memakan waktu satu tahun mengorbit Matahari untuk meningkatkan kecepatannya sebelum ia 'terlempar' kembali ke sekitar Bumi menggunakan gaya gravitasi demi sejajar dengan orbitnya dan si asteroid.
Jika berjalan lancar, Osiri-Rex akan 'berkenalan' dengan Bennu pada Agustus 2018.
Selama satu tahun Osiris-Rex bakal memetakan asteroid dan menjelajah di atas permukaannya untuk mengambil sejumlah sampel pecahan batu Bennu sebelum ia kembali ke Bumi.
Bagi para ilmuwan, kesempatan untuk memperoleh bongkahan batu dari asteroid yang mengandung zat karbon sungguh menyenangkan.
"Bennu itu asteroid yang mengandung zat karbon, peninggalan dari sistem tata surya purbakala yang penuh dengan molekul organik," jelas Lauretta.
Ia menyambung, "asteroid seperti Bennu kemungkinan tumbuh saat Bumi masih berusia dini, sehingga mampu mengorek bagaimana silsilah kehidupan bisa terbentuk."
Di sisi lain, tugas pokok Osiris-Rex adalah mengukur kekuatan baru yang terdapat di Bennu, yakni Yarkovsky effect, yang artinya kemampuan asteroid melintas tak tentu di sistem tata surya dan berpotensi terbang menuju Bumi.
"Kami perlu mengetahui segalanya tentang Bennu, dari ukuran, massa, hingga komposisinya. Semuanya bisa menjadi data vital bagi generasi masa depan," tutur Lauretta. (pit)