Kucurkan Rp6,5 Triliun, Uber Mau Bikin Peta Digital Sendiri

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Selasa, 02/08/2016 13:17 WIB
Kucurkan Rp6,5 Triliun, Uber Mau Bikin Peta Digital Sendiri Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan peranti lunak Uber berencana menginvestasikan US$500 juta untuk mengembangkan peta digital sendiri agar tidak lagi bergantung pada layanan Google Maps.

Selama ini Uber mengandalkan Google Maps untuk mengoperasikan layanannya. Namun Uber akhirnya memutuskan untuk membuat peta digital sendiri agar mandiri.

"Peta yang sudah ada adalah titik awalan baik, namun sejumlah informasi tidak relevan untuk Uber, seperti topografi lautan. Masih banyak hal lain yang ingin kami eksplorasi, seperti pola lalu-lintas hingga lokasi rinci penjemputan dan pengantaran," tulisa pihak Uber di dalam blog perusahaan.


Mereka melanjutkan, "selebihnya, kami perlu menyediakan pengalaman tanpa batas untuk area-area di dunia yang pemetaannya tidak rinci."

Menurut Financial Times, Uber rela merogoh kocek sebesar US$500 juta atau setara Rp6,5 triliun, termasuk menyebarkan kendaraan yang mampu memetakan jalanan di Amerika Serikat dan Meksiko.


"Inovasi pemetaan akan sangat cepat, khususnya bagi teknologi mobil tanpa kendali sopir (self-driving). Saya sangat bersemangat mengenai harapan bagaimana peta bisa dijangkau melalui sentuhan jari saja dan meningkatkan kehidupan sehari-hari," ungkap pakar pemetaan Uber Brian McClendon, yang dulunya berperan sebagai pimpinan divisi Google Maps.

Sekadar diketahui, seiring berjalannya waktu, baik Uber dan Google keduanya kini mengarah ke bisnis yang sama, yakni mobil pintar otonom yang bisa berjalan sendiri tanpa kendali sopir.

Pada akhir Mei lalu, Uber menyatakan telah siap menguji mobil otonom Ford Fusion ke jalan raya kota Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Mobil ini dibangun oleh tim Advanced Technologies Center di Uber yang akan melakukan pengujian berjalan tanpa sopir, melakukan pemetaan digital, serta menguji sensor, radar, dan kamera resolusi tinggi, pada mobil itu.

Segala sensor, radar, dan kamera itu disematkan agar mobil dapat mendeteksi rambu lalu lintas, mendeteksi kendaraan di sekitarnya, serta manusia yang berjalan di jalan. (tyo)