Google Kembangkan Sistem Operasi Misterius

Rinaldy Sofwan Fakhrana , CNN Indonesia | Selasa, 16/08/2016 08:43 WIB
Google Kembangkan Sistem Operasi Misterius
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan teknologi Google tengah mengembangkan sistem operasi baru yang diberi kode nama Fuchsia. Masih belum jelas apa dan bagaimana platform ini akan bekerja.
 
Pada laman GitHub, Google hanya menjelaskan proyek ini sebagai "Merah muda Ungu == Fuchsia (Sistem Operasi baru)."
 
Google memang tidak menjelaskan gamblang seperti apa sistes operasi ini. Namun, Android Police menelusuri dokumentasi Fuchsia dan menemukan perbedaannya dengan sistem operasi terdahulu.
 
Baik Chrome OS, Android, maupun Chromecast, semuanya dibuat berdasarkan kernel Linux. Kernel desktop ini tidak ideal di semua situasi karena sangat berpengaruh pada performa, terutama pada perangkat embedded seperti dashboard mobil atau GPS.
 
Sementara itu, Fuchsia ditenagai kernel Magenta yang didasari proyek LittleKernel.
 
Magenta didesain untuk menyaingi OS embedded komersial speerti FreeRTOS atau ThreadX. Kernel ini didesain untuk dapat menyesuaikan ukuran dengan lebih baik sehingga bisa digunakan pada perangkat embedded, ponsel pintar hingga komputer desktop.
 
Untuk sistem operasinya sendiri, Google nampak menggunakan Flutter untuk antarmuka, dengan Dart sebagai bahasa pemrograman utamanya.
 
Pelengkapnya adalah Escher, renderer yang mendukung efek seperti light diffusion dan soft shadows, dengan OpenGL atau Vulkan.
 
Sistem operasi ini mendukung prosesor ARM 32-bit maupun 64-bit, juga komputer 64-bit.