Untuk mengatasi validitas dan proses sensus, sekelompok peneliti dari Stanford University baru-baru ini melakukan pemetaan warga miskin menggunakan teknologi satelit. Para peneliti mendesain algoritma khusus yang mampu mempelajari data serta informasi tertentu mengenai kemiskinan warga menggunakan pemetaan satelit beresolusi tinggi.
Kantor berita Xinhua melaporkan, melalui metode ini para peneliti secara cukup akurat mampu memetakan warga miskin yang tersebar di lima negara di Afrika yakni Nigeria, Tanzania, Uganda, Malawi, dan Rwanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menyebut metode survei ini lebih akurat, dari sisi biaya disebut juga lebih efisien dan bisa menjangkau area dengan kondisi geografis yang rumit, termasuk di area konflik dan pedalaman.
"Hal ini menunjukkan bagaimana mesin mampu mempelajari daerah dan menunjukkan potensi yang lebih luas di berbagai domain ilmiah dengan metode yang akurat, murah, dan terukur," tulis studi tersebut. (evn/wis)