Pemerintah Jepang menyatakan, data efisiensi BBM kendaraan Mitsubishi 8,8% lebih rendah daripada pemaparan mereka yang dipasarkan melalui iklan-iklan.
Investigasi yang dilakukan kementerian transportasi Jepang mengungkap jika Mitsubishi telah melakukan pemalsuan data konsumsi bahan bakar di rata-rata 4,2 persen yang sebenarnya 8,8 persen. The Outlander, Pajero, dan RVR SUV tercatat melebihi nilai keekonomisan bahan bakar dan jarak tempuh di i-MiEV elektrik mereka sangat jauh dari apa yang dicatatkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena skandal tersebut, Mitsubishi diprediksi kehilangan keuntungan US$1,4 miliar di tahun fiskal ini. Skandal pun menyebabkan kerugian besar mencapai US$1,2 miliar selama empat bulan di awal 2016, dan banyak kerugian lain yang disebabkannya.
Dalam sebuah investigasi internal, Mitsubishi menilai ada sebuah kesimpulan jika komunikasi yang terjadi di dalam pabrik menjadi masalah besar termasuk soal sumberdaya yang tidak diuntungkan secara finansial. (pit)