"Menyalakan atau mengisi baterai telepon Samsung Galaxy Note 7 dilarang di semua penerbangan kami," ujar pernyataan Singapore Airlines, seperti dilansir dari AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu, produsen telepon pintar asal Korea Selatan ini telah menunda penjualan sekaligus menarik 2.5 juta unit Samsung Galaxy Note 7 dari pasar. Hal itu dilakukan setelah adanya laporan tentang baterai yang terbakar.
Tak hanya, Australia, AS, Singapura dan Jepang, perusahaan penerbangan Arab Saudi, Etihad, juga telah mengeluarkan peraturan yang sama.
"Mengikuti penarikan global oleh Samsung untuk produk Samsung Galaxy Note 7, Etihad Airways melakukan tindakan pencegahan untuk melarang penggunaan ataupun pengisian ulang baterai Note 7 di dalam pesawat, hingga Samsung memperbaiki masalah mereka," sebut pernyataan resmi maskapai yang bermarkas di Abu Dhabi ini.
(meg/meg)