Berkat suntikan investasi baru tersebut, total modal yang dimiliki Grab hingga saat ini mencapai US$1,1 miliar. Angka investasi ini menempatkan Grab sebagai perusahaan teknologi terbesar dalam sejarah teknologi konsumen se-Asia Tenggara.
"Pendanaan putaran kali ini menunjukkan optimisme dan kepercayaan para investor terhadap kepemimpinan pasar Grab dan potensi jangka panjang yang ditawarkan Asia Tenggara," tulis Anthony Tan, CEO dan pendiri Grab dalam keterangan resmi, Rabu (21/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus untuk layanan di area Jakarta, Grab akan memfokuskan diri untuk bersaing dengan kompetitornya lewat layanan yang sudah ada seperti GrabCar, GrabBike, GrabTaxi, dan GrabFood. Di sini Grab akan bersaing ketat dengan Gojek dan Uber.
Selain itu, Grab juga berniat meningkatkan penggunaan GrabPay sebagai alternatif pembayaran non-tunai di pasar Asia Tenggara yang mayoritasnya masih lebih suka dengan transaksi tunai.
Di Indonesia, layanan GrabPay telah bekerja sama dengan Bank Mandiri. Selain itu, Grab dietahui juga tengah menggodok platform pembayaran baru bersama Lippo Group untuk memudahkan transaksi penggunanya di jaringan milik Lippo.
Sebagai tambahan, Grab akan menginvestasikan dana tersebut untuk meningkatkan kemampuan data algoritma dan maching learning. Mereka juga berniat mengalokasikan dananya guna merekrut sumber daya terbaik. (evn)