Komisi Standar Teknologi Korea Selatan, dalam sebuah pernyataan Kamis (22/9), secara resmi menyetujui penarikan Galaxy Note 7 dari pasar dan mengatakan baterai baru yang bakal dipakai harus aman.
Komisi itu memerintahkan Samsung untuk melakukan tes X-ray tambahan pada baterai sebelum melakukan pengiriman atau penjualan lanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada awal September 2016, Samsung memutuskan untuk menarik setidaknya 2,5 juta unit Galaxy Note 7 dari 10 negara setelah ditemukan ada masalah teknis pada unit baterai yang berpotensi membuat ponsel terbakar.
Sejauh ini Samsung tak mengatakan berapa banyak unit Galaxy Note 7 yang merek tarik. Namun, dari laporan perusahaan kepada pemerintah, Reuters melaporkan bahwa ada 429.000 Galaxy Note 7 yang ditarik dari negara itu.
Samsung saat ini sedang berusaha mendorong untuk menyelesaikan penarikan Galaxy Note 7 secepatnya untuk menekan kerusakan, dan melanjutkan penjualan.
Samsung kini dilaporkan telah menyiapkan 500.000 unit Galaxy Note 7 yang telah dipastikan aman dan siap untuk dijual lagi di pasar Amerika Serikat. Ponsel itu juga dijadwalkan dijual kembali pada 28 September di Korea Selatan.
Penarikan Galaxy Note 7 ini diperkirakan membuat perusahaan merugi hingga US$5 miliar atau setara Rp66 triliun. Perkiraan tersebut dihitung oleh analis Strategy Analytics dengan menggabungkan biaya recall dan kerugian penjualan. (adt)