Penemuan fosil dinosaurus sangat langka. Berkat penemuan ini, para peneliti punya harapan untuk lebih memahami bagaimana makhluk purbakala itu menyebar di penjuru Bumi jutaan tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah 10 tahun mengerjakan, tim peneliti yang dipimpin oleh paleontolog Australia, Stephen Poropat, akhirnya mempublikasikan temuannya dalam jurnal Scientific Reports. Spesies baru itu diberi nama Savannasaurus elliottorum. Nama itu dipilih karena lokasi penemuannya di kawasan padang rumput.
"Dinosaurus dari Australia amat langka dan kebanyakan mereka hanya ditemukan dalam potongan fosil kecil," kata Lamanna.
Sebaliknya, rangka tulang Savannasaurus yang ditemukan merupakan salah satu yang paling lengkap di Australia. Dari fosil yang ditemukan panjang hewan purba tersebut diperkirakan 50 kaki dengan berat 20 ton yang setara dengan berat tiga gajah Afrika digabung.
Namun para peneliti masih belum menemukan fosil gigi yang menyimpan informasi makanan yang disukai Savannasaurus.
Savannasaurus hidup di Australia sekitar 95-98 juta tahun lalu bersama dua anggota spesies titanosaurus. Periode itu menempatkannya di masa Cretaceous yaitu babak akhir era dinosaurus 225 juta tahun lalu dan punah akibat serangan asteroid 66 juta tahun silam.
Ada dugaan dinosaurus yang muncul di Australia datang dari Amerika Selatan via Antartika saat Bumi iklim menghangat. Sebab tak banyak fosil sauropod berumur lebih dari 105 juta tahun di tanah Australia.
"Salah satu yang paling menarik dari penemuan ini dan temuan lain di Australia beberapa tahun belakangan adalah kita baru menyentuh wilayah permukaaan dari yang ada. Ada kehidupan lampau dinosaurus yang menunggu untuk ditemukan di Australia.