Nilai transaksi e-commerce yang mencapai US$19 miliar hingga akhir tahun 2015 disebut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara tumbuh dengan cepat. Sekedar pembanding, industri e-commerce mencatatkan nilai transaksi sebesar US$12 miliar di akhir tahun 2014.
Ia mengaku optimis di penghujung tahun ini nilai transaksi e-commerce akan tumbuh hingga 50 persen dibanding setahun silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencananya pendanaan tahap awal (seeding) yang didukung Kominfo untuk mendukung percepatan di daerah 3T (tertinggal, terpencil, dan terluar)," ungkapnya saat ditemui di Gedung Bina Graha Komplek Istana Presiden, Jakarta, Senin (31/10).
Ketika disinggung mengenai sumber dana, Rudi mengaku memungkinkan menggunakan dana USO (Universal Service Obligation) untuk mendanai startup. Dalam setahun, Kominfo menerima dana USO sebesar Rp2 triliun, sekitar 1,25 persen dari pendapatan kotor (gross revenue) industri akan dikembalikan untuk sektor telekomunikasi.
"Sekarang Rp2 triliun saja tidak habis, masih ada ruang dari dana dana USO yang diperoleh dari sektor telekomunkasi yang bisa dipakai untuk mendanai startup" pungkasnya.
Mengenai rencana implementasi pendanaan, Rudi menyebut secara otomatis akan melakukan perubahan terhadap Peraturan Menteri Komunikasi No 25 tentang Pelaksanaan Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi dan Informatika.
Salah satu poin yang rencananya akan diubah dalam Permen tersebut terutama terkait dengan penggunaan dana USO. Penggunaan dana USO nantinya diproyeksikan bisa dipakai untuk mendanai startup.
(evn/tyo)