Banyak pihak memprediksi kejadian tersebut bisa menurunkan kepercayaan konsumen terhadap merek Samsung. Survei daring terbaru yang dilakukan IDC pada 17 hingga 18 Oktober menunjukkan hampir separuh pengguna Galaxy Note 7 justru memilih iPhone ketimbang Galaxy S7.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, sekitar 17 persen pengguna Galaxy Note 7 mengaku akan mempertimbangkan rencana membeli ponsel Samsung tipe lain.
Kabar baiknya, mayoritas pembeli terindikasi akan tetap memakai produk non-ponsel, terutama untuk televisi dan peralatan rumah tangga. Mayoritas responden mengaku netral terhadap insiden baterai Galaxy Note 7, sementara 13 persen diantaranya justru mengaku tidak mengetahui isu tersebut.
Anthony Scarsella, manager untuk lini ponsel pintar IDC menjelaskan efek domino dari insiden Galaxy Note 7 akan segera berakhir bersamaan dengan kemunculan Galaxy S8 di tahun 2017.
"Dalam jangka pendek penarikan kembali dan penghentian Galaxy Note 7 memang memberi pengaruh, kenyataannya Samsung masih menjadi pemimpin bisnis ponsel pintar global," ujar Anthony.
Samsung diharapkan mencurahkan segenap fokusnya pada kemunculan Galaxy S8 dan perlahan melupakan insiden Galaxy Note 7. Apabila terbukti sukses konsumen akan cepat melupakan kasus ini.
Mengutip Android Authority, hasil survei IDC berbanding terbalik dengan lembaga riset BayStreet yang memperkirakan 70 persen pembeli Galaxy Note 7 akan tetap memilih Galaxy S7.
Senada dengan itu, CEO Sprint Marcelo Claure juga mencatat 70 persen pelanggan yang sebelumnya memakai Galaxy Note 7 menukarkannya dengan Galaxy S7.