Trump Ingin NASA Jangkau Bulan Jupiter dan Tata Surya

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Rabu, 16/11/2016 07:04 WIB
Trump Ingin NASA Jangkau Bulan Jupiter dan Tata Surya Donald Trump bersama wakil presidennya, Mike Pence. (REUTERS/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump memiliki rencana bagi industri keantariksaan yang bisa dibilang cukup ambisius. Ia mau NASA segera jelajah sistem tata surya hingga akhir abad.

Selama masa kampanye, Trump dan Hillary Clinton sebetulnya tidak ada yang banyak berbicara soal misi antariksa. Namun, sebelum taipan real-estate itu akhirnya memenangkan pemilu ia menjabarkan rencana untuk masa depan NASA.

Space Policy Online melaporkan, Trump dibantu oleh mantan kongres Partai Republik Robert Walker yang memimpin komite sains, antariksa, dan teknologi di era 1990an untuk menyusun draf tersebut.


Kebijakan baru terkait industri keantariksaan AS dari Trump nantinya bakal diwarnai oleh kerjasama dari pihak pemerintah dan swasta demi memaksimalkan kegiatan eksplorasi tata surya.


Di dalamnya disebutkan bahwa misi tersebut sudah termasuk "menambang komposisi berharga dari sabuk asteroid dan mengunjungi bulan Jupiter yang bernama Europa."

Ambisi Trump tersebut meyakini, Europa berpotensi menjadi lokasi terbaik untuk menemukan kehidupan asing di dekat Bumi.

Selain itu, Trump juga berencana mengembalikan dewan National Space Council yang terakhir beroperasi adalah pada masa kepemimpinan George H.W. Bush.
Jupiter dan tiga bulan yang mengorbitnya.Jupiter dan tiga bulan yang mengorbitnya. (NASA/JPL-Caltech/SwRI/MSSS)
Dewan keantariksaan itu nantinya akan berada di bawah kendali Wakil Presiden Mike Pence dan tugasnya adalah mewujudkan kerjasama NASA dengan swasta hingga pihak militer menjalankan perannya.

Lebih lanjut, didorongnya jalinan kemitraan antara NASA dengan perusahaan swasta dipercaya Trump mampu mengurangi dana pemerintah untuk proyek antariksa.


Sekadar diketahui, Europa adalah satu dari enam bulan yang mengorbit Jupiter. Ia mengandung inti besi dengan mantel bebatuan, sementara permukaannya berlapiskan es lembut dan diyakini mengandung air laut di bawahnya.

Jarak Europa dengan matahari yang terbilang jauh membuat air di sana membeku.

NASA sendiri sebetulnya telah mempelajari konsep misi yang bernama Europa Clipper di bawah pengembangan Jet Propulsion Laboratory (JPL). Di masa depan, konsep ini akan mengirim pesawat antariksa ke orbit sekitar Jupiter dan terbang mendekati bulan Europa.

Instrumen ilmiah seperti radar dan kamera topografi akan digunakan untuk menganalisis Europa, serta menentukan apakah lautan tersembunyi di sana bisa menjadi lingkungan yang layak dihuni. (hnf/tyo)