Industri Otomotif AS Desak Donald Trump Ubah Aturan Emisi Gas

Tachta Citra Elfira, CNN Indonesia | Jumat, 18/11/2016 01:44 WIB
Industri Otomotif AS Desak Donald Trump Ubah Aturan Emisi Gas Presiden AS terpilih, Donald Trump (Foto: REUTERS/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim transisi Presiden terpilih Donald Trump untuk Amerika Serikat pada Kamis (10/11) pekan lalu diserang oleh kelompok industri otomotif besar.

Mereka meminta Trump merevisi mandat efisiensi bahan bakar yang bisa merugikan mereka dengan jumlah miliaran dolar dan menyerukan peninjauan skala penuh kebijakan kendaraan otonom saat pemerintahan Obama.

Berdasarkan laporan Reuters, dalam surat berjumlah delapan halaman tersebut meminta agar Trump dapat menyesuaikan pada peraturan standar efisiensi bahan bakar pada akhir 2025.



General Motors Co, Ford Motor Co termasuk Toyota Motor Corp. lewat surat tersebut mendesak Trump untuk membuat komite penasihat khusus mengatasi masalah emisi gas kendaraan. Tujuannya, untuk mengkoordinasikan regulator dengan sektor otomotif dan menyampaikan saran tentang pendekatan baru di sektor otomotif.

Industri otomotif menyuarakan kekhawatiran tentang target ambisius pemerintah Obama untuk memangkas emisi gas buang kendaraan.

Target tersebut kabarnya akan mulai diberlakukan pada tahun 2025 dengan alasan, harga bahan bakar rendah dan lemahnya permintaan untuk kendaraan listrik. Kondisi tersebut disebut memerlukan revisi secara signifikan terhadap aturan yang berlaku.

Pada bulan September lalu, Obama meminta perusahaan otomotif AS secara sukarela menyerahkan rincian sistem kendaraan dengan alasan untuk penilaian keamanan.

Orang nomor satu di AS ini juga diketahui sedang mempertimbangkan rencana untuk meninjau dan menyetujui teknologi mobil tanpa kemudi sopir sebelum mereka turun ke jalan.


National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) dan Environmental Protection Agency (EPA) harus memutuskan pada April 2018 sampai selambat-lambatnya tahun 2025 untuk mengetahui kelayakan atau perubahan persyaratan efisiensi bahan bakar dan emisi gas di Amerika Serikat.

Surat itu akan menjadi ujian kuat dari dampak gabungan pengawasan peraturan yang kabarnya tidak terkoordinasi oleh 10 badan federal dan negara bagian.

Isu ini bermaksud untuk mendesak Trump agar merombak ulang semua regulasi untuk menanggapi permintaan industri. Namun, tim transisi Trump, NHTSA dan EPA sampai saat ini belum menanggapi isi dari surat tersebut.

Seperti diketahui, saat ini mobil dan truk menyumbang 30% kandungan emisi knalpot di AS, dan selama ini partai Republik dan Demokrat AS juga selalu berkerjasama mendorong agar level emisi di AS terus turun. (evn)