"Nanti diperkirakan sampai akhir Desember, Januari-Desember, paling minimal 1.250, tapi kita kejar di 1.300. Untuk targetnya sih cuma 1.200," ujar Regional Head IBB, PT Astra International, Tbk - UD Trucks Sales Operation Bambang Widjanarko, kepada wartawan, di Balaraja, Tangerang, Selasa (6/12).
Sedangkan untuk market share, UD Trucks mencapai angka sekitar 11% dari seluruh penjualan di segmen komersial di pasar Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk produk yang mendominasi penjualan UD Trucks di tahun ini adalah Quester 6x2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan untuk menjual kendaraan di segmen komersial seperti truk, tidak semudah menjual kendaraan biasa. "Truk itu bukan jualan produknya tapi lebih ke solusi, jadi kita itu ngomongnya bisnis konsultan bukan salesman," ucapnya.
Bambang mengatakan menjual truk bukan hanya menjual unit, tetapi ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam menjual truk.
"Karena begitu kalian jual (truk) tapi tak bisa meyakinkan bahwa ini berguna untuk bisnisnya customer percuma. Bahkan sales konsultan kita bisa menghitung investasi di truk ini balik (modal) kapan, dapat ongkosnya berapa, angsurannya harus angsur berapa, bayar driver berapa, itu kan konsultan," tuturnya.
Sedangkan untuk kesulitannya dalam menjual truk lanjut Bambang menjelaskan, adalah mengambil kepercayaan konsumen.
"Namanya kustomer kalau sudah pake produk lain produk kompetitor biasanya enggan untuk berubah, karena kan yang namanya truk bukan hanya drivernya, spare partnya, bengkelnya, alat-alatnya kan harus disipain. kalau begitu ada prodak baru kan dia harus menyesuaikan lagi," tuturnya.
Selain itu, menurut Bambang Truk merupakan barang modal yang nantinya harus berguna dalam mencari keuntungan lagi.
"Untuk membiayai dirinya sendiri, jadi harus bener-bener kita jelaskan bukan hanya spek aja, tapi dari mulai cara dia bayar, dia beli, cara dia mengoperasikan," ucapnya. (pit)