Proses investigasi nampaknya mulai menemukan kesimpulan akhir. Seperti yang diduga bayak pihak sebelumnya, baterai diketahui menjadi penyebab utama insiden ledakan pada Galaxy Note 7.
Kesimpulan tersebut didapat dari seorang sumber terdekat kepada Reuters, yang mengatakan, penyelidikan telah menemukan titik akhir pada kesimpulan baterai jadi penyebab utama ledakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (Samsung) harus memastikan bahwa mereka bisa meyakinkan konsumen dan krisis ini bisa segera berakhir untuk membersihkan nama perusahaan," kata Bryan Ma, analis IDC Singapura.
Pihak perusahaan belum memastikan kapan akan mengungkap hasil penyelidikannya itu. Namun rencana Samsung untuk 'menebus dosa' dengan mempercepat kemunculan Galaxy S8 dinilai tepat oleh sejumlah kalangan.
Sebelum resmi menghentikan produksi dan pemasaran Galaxy Note 7, Samsung sempat menarik 2,5 juta unit ponsel pada September lalu. Perusahaan asal Korea Selatan ini kemudian melakukan identifikasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab utama terjadinya ledakan.
Samsung sempat menyatakan salah satu pemasoknya merupakan 'dalang' di balik anomali baterai.
Bukan hanya melakukan pemeriksanaan pada komponen baterai, pada Oktober lalu penyelidikan juga dilakukan pada komponen hardware dan software. Pihak perusahaan juga sempat mengganteng pihak ketiga untuk menjaga independensi proses penyelidikan.
Meski begitu, Samsung memastikan pihaknya tidak akan mencatatkan penurunan pendapatan yang signifikan akibat insiden ini. Meski diprediksi akan mengalami penurunan profit dari lini bisnis ponsel, kenaikan permintaan chip memori dan dioda layar ponsel disebut akan menyelamatkan pendapatan perusahaan.