Perusahaan yang didirikan Travis Kalanick tersebut diketahui menjanjikan pendapatan untuk para mitra pengemudinya sebesar US$90 ribu di New York dan US$74 ribu di San Francisco.
Hal tersebut ternyata muluk-muluk lantaran pemasukan yang mereka peroleh hanya berkisar US$61 ribu dan US$53 ribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembayaran ini akan mengembalikan jutaan dolar ke kantong para pengemudi," kata Jessica Rich yang memimpin biro perlindungan konsumen di AS.
Seperti dilaporkan kantor berita Reuters, FTC juga menyebut dalam praktiknya, pengemudi yang ingin membatalkan kerjasama dengan Uber mayoritas beralasan tidak mendapatkan penghasilan sesuai yang dijanjikan dan kerugian finansial.
"Praktik Uber telah menyebabkan para pengemudi merugi jutaan dolar," imbuh FTC.
Sebagai tambahan dari denda uang tadi, Uber dilarang menipu calon pengemudi dengan iming-iming pendapatan besar atau nilai pembiayaan kendaraan yang murah.
Menanggapi solusi FTC, Uber mengaku puas dengan hasil kesepakatan. Juru bicara Uber, Matt Kallman, menyebut saat ini Uber telah memiliki 600 ribu pengemudi di seluruh AS. (hnf)