Meski sejumlah produsen mulai mengalihkan fokus bisnis wearable device ke perangkat virtual reality (VR), Samsung tetap konsisten menghadirkan generasi penerus jam tangan pintar Gear S3.
Seto Anggoro, Product Marketing and Mobile Samsung Electronics Indonesia mengaku optimis ceruk bisnis jam tangan pintar masih cerah di Indonesia. Terlebih menurutnya, Samsung telah mengantongi hasil survei yang menunjukkan tren positif dan ketertarikan pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas alasan itulah Seto mengungkap kehadiran Gear S3 bukan hanya mengedepankan fitur dengan teknologi, tetapi juga tampilan desain yang lebih menarik dan elegan. Kemunculan sejumlah teknologi yang dimaksud antara lain konektivitas WiFi dan Bluetooth, built-in speaker, hingga sertifikasi anti air dan debu.
Optimisme Seto bukan tanpa alasan, merujuk pada data IDC pengapalan perangkat wearable diperkirakan menembuts 110 juta unit pada 2016 lalu.
Tanpa mengungkap angka pertumbuhan penjualan jam tangan pintar, Seto mengaku Samsung mencatatkan pertumbuhan signifikan di tahun 2015.
"Kami meyakini pangsa pasar jam tangan pintar akan menerima produk ini. Memang masyarakat masih perlu edukasi meski Samsung dan sejumlah vendor sudah mengenalkan produk tersebut dalam beberapa tahun terakhir," imbuhnya.
Sekedar informasi, Gear S3 merupakan generasi keenam jam tangan pintar besutan Samsung setelah Gear S2 (2015), Gear S (2014), Gear 2 (2014), Galaxy Gear (2013), dan Watch Phone (1999). (evn/ta)