Menkominfo Ingatkan Data 2G di Nokia 3310 Bakal Mahal

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Kamis, 02/03/2017 16:03 WIB
Sebab, teknologi 2G yang mereka usung bakal terhalang dengan penggunaan jaringan 4G digalakkan berbagai negara, termasuk Indonesia. Menkominfo Rudiantara (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peluncuran Nokia 3310 yang dirilis ulang pada Mobile World Congress (MWC) 2017, di Barcelona, Spanyol, menyisakan pertanyaan. Teknologi 2G yang mereka usung bakal terhalang dengan penggunaan jaringan 4G digalakkan berbagai negara, termasuk Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut tidak melarang apabila Nokia 3310 ini akan masuk ke Indonesia. Hanya saja, ia mengingatkan biaya memakai jaringan 2G jauh lebih mahal ketimbang jaringan 4G.

"Biaya mengirim data lewat jaringan 2G itu kan sepuluh kali lipat lebih mahal dari 4G. Akibatnya mahal juga untuk masyarakat," tutur Rudiantara di Jakarta, Kamis (2/3).

Biaya jaringan yang mahal tersebut juga yang menjadi pertimbangan Indonesia, termasuk negara lain, untuk menutup jaringan 2G. Rudiantara memperkirakan jaringan 2G berhenti beroperasi paling lama pada 2020.


Ia menuturkan pengguna 2G di Indonesia saat ini masih sekitar 30 persen dari 170 juta pengguna ponsel. Namun ia yakin harga perangkat mobile 4G, terutama ponsel cerdas, akan jauh lebih murah dari yang ada sekarang.
Menkominfo Ingatkan Data 2G di Nokia 3310 Bakal MahalFoto: REUTERS/Paul Hanna

"Dari device, tahun 2019 (nanti) sudah ada ponsel 4G yang harganya Rp400 ribu sudah ada di pasar," imbuh pria yang akrab disapa Chief RA itu.

HMD Global asal China yang kini memegang lisensi merek Nokia baru saja merilis Nokia 3310 yang legendaris itu. Dibalut dengan tampilan lebih cerah, Nokia 3310 baru memakai jaringan 2.5G.

Dari segi spesifikasi, ponsel yang dikenal tahan banting itu dipuji karena mengusung konsep sederhana seperti feature phone pada umumnya. Namun penerapan teknologi 2G diperkirakan membuat 3310 sebagai produk pelipur nostalgia belaka.

"Kalau mereka masuk (ke pasar Indonesia), waktunya paling tinggal sedikit," ujar Rudiantara.

[Gambas:Video CNN]