CEO Project Loon Tom Moore memilih hengkang setelah menjabat selama 6 bulan terakhir. Tak dijelaskan alasan dibalik kepergian Moore dari Google.
Padahal, divisi X (sebelumnya bernama Google X) menaruh optimisme besar dengan keberadaan Moore untuk membantu Google dalam ekspansi proyek balon internet. Ekspansi yang dimaksud bukan sekedar eksperimen, tetapi sampai ke tahap bisnis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung saat ini Google telah memilih Alastair Westgarth untuk menempati jabatan yang ditinggalkan Moore. Westgarth sebelumnya merupakan CEO dari perusahaan antena nirkabel, Quintel.
Sebenarnya bukan kali pertama Google harus ditinggal petinggi divisi proyek balon udara yang dikembangkannya.
Seperti diketahui Project Loon merupakan proyek inovasi yang dikembangkan untuk menyediakan akses internet ke wilayah pelosok dengan memanfaatkan balon yang mengudara. Sepintas konsepnya serupa dengan Base Transceiver Station (BTS), namun Loon mengangkasa di lapisan stratosfer.
Di tahap uji coba, Loon telah mengudara di langit Selandia Baru melalui kerjasama dengan Vodafone dan Telefonica SA di Amerika Selatan. Di Indoensia, Google juga mengumumkan kemitraan dengan tiga operator yakni, Indosat Ooredoo, XL Axiata, dan Telkomsel.
Hanya saja hingga saat ini belum ada sinyal kapan Loon akan mulai melakukan uji coba. Terakhir, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memastikan balon Loon masih harus melalui tahap perizinan.