CEO iGrow Andreas Sanjaya, satu dari enam startup lokal yang diboyong ke kantor pusat Google di Mountain View, California, mengaku sehabis kembali dari program Launcpad lebih rajin melihat data dan statistik. Sebelumnya, ia jarang melakukan hal tersebut.
"Sekarang kita memutuskan sesuatu berdasarkan data, dulu lebih banyak pakai insting seperti hewan," ujar pria yang akrab disapa Jay yang diikuti tawa peserta lain, Kamis (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pada kenyataannya, Aldi mengungkap dalam waktu dua minggu saja, mereka menemukan banyak sekali masalah yang sebelumnya tak terlihat.
Tak sekadar itu, mereka juga 'dipaksa' meninjau ulang strategi bisnis hingga budaya kerja startup mereka.
Program Launchpad Accelerator kali ini berasal dari sejumlah negara seperti India, Brazil, Meksiko, Filipina, Thailand, Vietnam, Kolombia, Argentina, dan Indonesia. Enam startup asal Indonesia di angkatan ketiga program ini adalah Ruma, iGrow, Qlue, PicMix, Snapcart, dan Jurnal yang mendapat mentoring khusus selama sepekan sejak 30 Januari hingga 10 Februari 2017.
Mereka mengikuti jejak startup Indonesia terdahulu di program serupa seperti Ruangguru dan Hijup. Mereka dipilih Google berdasarkan kriteria tertentu seperti startup yang sudah tumbuh dan fokus di pemecahan masalah lokal.