NASA Berencana Menyulap Matahari Jadi Teleskop Raksasa

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 22/03/2017 09:28 WIB
NASA Berencana Menyulap Matahari Jadi Teleskop Raksasa Ilustrasi pengguna teleskop (CNN Indonesia/Gautama Padmacinta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok ilmuwan National Aeronautics Space Administration (NASA) berencana menyulap Matahari sebagai teleskop. Mereka memanfaatkan Teori Relativitas yang ditemukan Albert Einstein.

Berdasarkan teori Einstein itu, objek angkasa berukuran masif bisa membengkokkan ruang di sekelilingnya tak terkecuali cahaya yang melintas. Bila cahaya dibengkokkan, maka ruang yang ada di balik sinar akan terlihat lebih besar dari sebelumnya.

Kendati demikian, rencana menjadikan Matahari menjadi teleskop raksasa ini bukannya belum pernah dilakukan. Secara prinsip, pemanfaatan gravitasi untuk memperbesar gambar objek pernah dilakukan sejumlah ilmuwan.

Hanya saja kali ini peneliti NASA benar-benar berniat memakai Matahari sebagai bagian dari teleskop mereka.


Pendekatan punya risiko tersendiri. Untuk bisa memanfaatkan gravitasi Matahari, perlu ada instrumen yang cukup jauh dengan Matahari di jarak yang butuh waktu yang sangat lama untuk ditempuh.

Namun jika teori ini bisa tercapai maka teknologi pencitraan atariksa akan mengalami perkembangan pesat. Teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk mengamati wajah kumpulan eksoplanet 'kembaran' Bumi seperti sistem Trappist-1 yang lebih jelas.

Para peneliti tidak khawatir bila angan-angan menyulap Matahari sebagai teleskop ini tgagal. Pasalnya NASA sendiri akan memiliki teleskop baru yaitu The James Webb Space Telescope.

Teleskop antariksa ini akan menggantikan teleskop Hubble mulai Oktober 2018.

"Teleskop Webb adalah perangkat antariksa paling rumit dan dinamis yang pernah kami uji," ucap Lee Feinberg, teknisi di proyek teleskop Webb seperti dikutip dari Futurism.