Desain wahana antariksa dari Boeing ini merupakan bagian dari proyek Space Launch System (SLS) dari NASA. Proyek SLS ini nantinya akan membuat habitat temporer di dekat Bulan. NASA menamai habitat itu sebagai Gerbang Antariksa Jauh (Deep Space Gateway).
DSG akan berperan jadi semacam pusat riset di luar angkasa. Ia juga jadi titik penghubung jalur kerja sama antara kekuatan komersial dan pemerintah dalam penelusuran antariksa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, fungsi DSG akan menyerupai Stasiun Antariksa Internasional. Namun DSG menitikberatkan keunggulannya dalam misi penjelajahan Mars.
DSG dinilai akan jadi terminal strategis dalam perkembangan jelajah antariksa di masa mendatang. Terlebih Boeing berencana memakai cahaya matahari sebagai bahan bakar wahana antariksa mereka.
Boeing merupakan salah satu dari enam perusahaan yang dipilih NASA yang tergabung dalam proyek Next Space Technologies for Exploration Partnerships (NexSTEP) untuk mengeksplorasi antariksa jauh dan menakar potensi komersial orbit rendah Bumi.
Selain Boeing, mitra NASA dalam proyek ini adalah Bigelow Aerospace LLC, Lockheed Martin, Orbital ATK, Sierra Nevada Corporation's Space System, dan NanoRacks.