Proyek ini melibatkan Google sebagai salah satu penyokong dana. Selain Indosat dan Google, proyek ini juga didanai oleh AARNet, Singtel, SubPartners dan Telstra.
AArnet adalah penyedia layanan internet untuk komunitas pendidikan dan penelitian di Australia. Sementara Singtel adalah perusahaan telekomunikasi asal Singapura, SubPartners adalah perusahaan kabel bawah laut, dan Telstra adalah perusahaan telekomunikasi asal Australia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal Alcatel Submarine Networks yang akan membangun proyek kabel bawah laut Indigo. (Courtesy Alcatel Submarine Networks) |
INDIGO adalah bagian dari rencana Google untuk meningkatkan layanan Google Cloud miliknya dan konektivitas internet di Asia secara umum. Jaringan ini akan menjadi bagian dari jaringan backbone Google Cloud. Saat ini, Google Cloud adalah salah satu penyedia jaringan cloud publik terbesar di dunia.
Investasi ini dilakukan Google lantaran perusahaan tersebut melirik potensi pertumbuhan pengguna yang menggiurkan di kawasan ini. Bagi Google, dengan menyediakan koneksi internet yang lebih baik, berarti menjadi pendorong bagi bisnis yang lebih menjanjikan.
Indigo adalah salah satu investasi di proyek kabel bawah laut Google di dunia. Total terdapat tujuh proyek kabel bawah laut yang ikut didanai Google. (Courtesy Google Cloud) |
Infrastruktur jaringan kabel internet bawah laut adalah hal penting untuk menjaga koneksi internet dan bisnis yang berjalan di atasnya. Secara keseluruhan, Google telah membuat tujuh investasi kabel bawah laut. Investasi Indigo adalah investasi kelima Google di Asia Pasifik dan investasinya yang ketujuh di dunia.
Kapal Alcatel Submarine Networks yang akan membangun proyek kabel bawah laut Indigo. (Courtesy Alcatel Submarine Networks)
Indigo adalah salah satu investasi di proyek kabel bawah laut Google di dunia. Total terdapat tujuh proyek kabel bawah laut yang ikut didanai Google. (Courtesy Google Cloud)