Penjualan Online Belum Jadi Andalan Samsung

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 12/04/2017 16:56 WIB
Penjualan Online Belum Jadi Andalan Samsung Samsung mencatat komposisi penjualan ponsel secara daring masih lebih kecil ketimbang jalur konvensional. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Bali, CNN Indonesia -- Sebagai vendor ponsel cerdas nomor satu di dunia, Samsung punya nilai merek yang begitu kuat. Namun secara daring, ternyata komposisi penjualan Samsung Electronics Indonesia masih terbilang minim.

Ahmad Irfan, Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, menyebutkan hasil penjualan online ponsel Samsung kalah jauh dibanding konvensional.

"Masih di bawah 10 persen kontribusinya," ungkap Irfan di Bali, Selasa (11/4).

Ada beberapa alasan menurut Irfan yang menyebabkan hasil penjualan ponsel melalui kanal online masih kecil. Irfan membeberkan tiga alasan penyebabnya.


Dalih pertama ialah penetrasi kanal online yang masih terbatas bila tak bisa dibilang rendah. Faktor ini mengakibatkan pemesanan via online masih belum bisa menyaingi jangkauan rantai penjualan fisik.

Faktor berikutnya adalah soal keamanan. Irfan mengatakan konsumen di Indonesia masih belum begitu percaya dengan keamanan transaksi online terutama untuk produk berharga tinggi.

Masih dari keterangan Irfan, hal itu terbukti dari rasio penjualan ponsel entry-level via online yang lebih kencang dari ponsel menengah ke atas.

Sementara alasan terakhir yang dikemukakan Irfan adalah karakter pembeli ponsel cerdas di Indonesia cukup tradisional. Konsumen dalam negeri menurutnya lebih terikat dengan pelayanan toko fisik tempat mereka biasa membeli ponsel.

"Konsumen kita sifatnya lebih personal, termasuk untuk pembelian ponsel dengan harga yang lumayan tinggi" imbuh Irfan.

Kendati masih kecil, menurutnya angka penjualan Samsung melalui kanal online terus berkembang. Salah satu lini yang diharapkan Samsung mendongkrak penjualan mereka adalah lini Galaxy A 2017 yang mereka perkenalkan pertama kali awal Februari lalu.