Ahmad Irfan, Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, menyebutkan hasil penjualan online ponsel Samsung kalah jauh dibanding konvensional.
"Masih di bawah 10 persen kontribusinya," ungkap Irfan di Bali, Selasa (11/4).
Ada beberapa alasan menurut Irfan yang menyebabkan hasil penjualan ponsel melalui kanal online masih kecil. Irfan membeberkan tiga alasan penyebabnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor berikutnya adalah soal keamanan. Irfan mengatakan konsumen di Indonesia masih belum begitu percaya dengan keamanan transaksi online terutama untuk produk berharga tinggi.
Lihat juga:Galaxy S8 'Dewa Penyelamat' Samsung? |
Sementara alasan terakhir yang dikemukakan Irfan adalah karakter pembeli ponsel cerdas di Indonesia cukup tradisional. Konsumen dalam negeri menurutnya lebih terikat dengan pelayanan toko fisik tempat mereka biasa membeli ponsel.
"Konsumen kita sifatnya lebih personal, termasuk untuk pembelian ponsel dengan harga yang lumayan tinggi" imbuh Irfan.
Kendati masih kecil, menurutnya angka penjualan Samsung melalui kanal online terus berkembang. Salah satu lini yang diharapkan Samsung mendongkrak penjualan mereka adalah lini Galaxy A 2017 yang mereka perkenalkan pertama kali awal Februari lalu.