Hal tersebut dapat terjadi lantaran tidak jeli saat pemasangan dan melupakan satu komponen wajib, yaitu relay. Mengingat, klakson aftermarket pastinya memiliki daya lebih besar daripada bawaan pabrik.
Relay sendiri ialah komponen atau saklar, penghubung atau pemutus untuk arus beban cukup besar, dikontrol oleh sinyal listrik dengan arus kecil. Dengan begitu, tidak akan merusak accu, walau berkapasitas kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika pemasangan tidak sesuai, ia menjelaskan, otomatis suara yang dihasilkan tidak optimal. Selain relay, pemilihan kabel juga akan berpengaruh terhadap kinerja klakson. Biasanya, bengkel klakson menyedialan relay saat tahap pemasangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu mekanik dan memilih lokasi yang tepat dalam meletakan klakson. Usahakan, klakson diletakan lebih tertutup untuk mencegah masuknya air pada saat proses mencuci atau terkena hujan.
"Paling posisinya diatur biar tidak kena air. Karena kan pas cuci motor itu airnya kencang, jadi klakson posisinya kayak diumpetin," ucapnya.
Jika terlanjur terkena air, ia mengatakan, biasanya suara yang dihasilkan tidak akan sekencang biasanya, bahkan jika terlalu banyak klakson dapat tidak berfungsi.
"Kalau airnya sedikit dibunyiin terus-terusan saja juga udah normal. Beda kalau masuk banyak bisa tidak keluar (suaranya) dan harus dibuka," kata Agus. (pit)