Mengingat, semua unit mobil Suzuki di tanah air saat ini masih berpedoman kepada Euro 2.
"Nah itu sama saja, kondisi dulu berubah ke Euro 2 dan Euro 1 tidak di-apa-apain kan," kata 4W Sales Director SIS, Makmur di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena apa, pemerintahnya tetap suplai tidak bahan bakarnya? Selama pemerintah suplai bahan bakar, tidak masalah," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makmur hanya berujar, jika SIS mendukung seluruh kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. "Belum bisa ngomong, karena tergantung keputusan pemerintah seperti apa. Kami akan dukung," ujarnya.
Masih Tahun Depan
Oleh karena itu untuk unit terbarunya, Suzuki Ignis, SIS masih memakai standarisasi Euro 2. Bagi Makmur, selama pemerintah belum menyediakan bahan bakar berstandar Euro 4, hal itu tidak menjadi soal.
"Ya, karena di sini belum ada bahan bakarnya," ungkap Makmur.
Tidak jauh berbeda, 4W Marketing Director SIS Donny Saputra beralasan bahwa regulasi mengenai Euro 4 tidak akan segera diterapkan oleh pemerintah. Apalagi, rencana itu baru diungkapkan pada awal April, kemarin.
"Kemudian masa berlaku bukan di tahun ini. Karena ini masih diregulasi Euro 2. Apa masalah? Tidak masalah," kata dia.
Ia melanjutkan, meski masih berstandar Euro 2, bila telah pasti dan diterapkan, produk dari Suzuki dapat mengikuti spesifikasi sesuai keinginan pemerintah mengenai Euro 4.
"Kami bisa buat dengan standar Euro 4 sesuai dari pemerintah," kata Donny. (pit)