88Spares, e-Commerce di Pasar Tak Biasa

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Sabtu, 22/04/2017 07:31 WIB
Walaupun bukan ceruk yang tak biasa, 88Spares memiliki potensi untuk menjadi tulang punggung bagi industri produk-produk konsumen dalam skala besar. Foto: Dok.88Spares.com
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemain baru e-marketplace business-to-business (B2B) dari Indonesia, 88Spares.com, melakukan debut perdananya pada acara pameran Indo Intertex 2017 pada 21 April 2017.

Pameran tahunan yang ke-15 ini akan dihadiri oleh lebih dari 450 partisipan dari 24 negara berbeda. Indo Intertex sendiri menargetkan untuk menarik sekitar 9.000 hingga 10.000 pengunjung yang berasal dari kalangan profesional, termasuk pengusaha lokal dan internasional dari industri tekstil dan garmen.

88spares.com merupakan platform e-marketplace baru bagi para penjual dan pembeli suku cadang mesin dan kebutuhan industri.


Walaupun platform B2B mungkin tidak semenarik e-commerce yang bisnisnya berurusan langsung dengan konsumen di mata para investor teknologi dan pelaku bisnis digital startup, perusahaan seperti 88Spares memiliki potensi untuk menjadi tulang punggung bagi industri produk-produk konsumen dalam skala besar.

Sebagai contoh, dalam industri tekstil dan garmen, riteler fashion terkemuka tidak dapat menjual produk-produk pakaian populer apabila mesin-mesin produksi pemasoknya tidak dapat bekerja dengan baik.

Oleh karena itu, kesederhanaan, transparansi, dan penetapan harga yang jujur dalam rantai pemasokan suku cadang mesin industri merupakan hal yang penting diperhatikan. Ini hanya salah satu contoh yang ada.

Paul Kingsen, direktur peraga Indo Intertex 2017, menjelaskan bahwa pameran yang akan digelar di Jakarta tersebut akan membantu mengembangkan dan mendorong bisnis tekstil yang berkelanjutan di pasar global.

“Indonesia harus mengembangkan industri tekstilnya untuk lebih berorientasi pada ekspor dan mampu memproduksi garmen yang siap diolah. Selain itu, Indonesia juga harus bisa menawarkan harga yang kompetitif,” tutur Paul.

Di samping mengembangkan industri dan produk tekstil lokal di ruang lingkupnya, Indo Intertex 2017 juga menjadi sarana untuk mengembangkan kualitas mesin produksi industri tekstil nasional yang mengalami stagnansi pada 2015 dan 2016.

“Merupakan hal penting pula bagi industri garmen Indonesia untuk meningkatkan kualitas mesin dan peralatannya agar dapat memenuhi permintaan pasar dengan efektif,” ujar Paul.

Secara tradisional, perdagangan suku cadang mesin industri didominasi oleh pedagang-pedangang offline dan model bisnis konservatif.

Biasanya, terdapat banyak perantara (tengkulak) yang terlibat dalam proses perolehan barang, yang meningkatkan harga jual. Ini berpotensi menurunkan keuntungan pedagang, serta mengakibatkan panjangnya proses penerimaan barang pesanan.

88Spares memberikan layanan yang memudahkan para pengguna untuk dapat membeli dan menjual suku cadang mesin industri tekstil dan garmen secara langsung (tanpa melalui perantara), efisien, transparan, dan dengan harga yang kompetitif.