NASA Terancam Kehabisan Baju Astronaut?

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Selasa, 02/05/2017 01:52 WIB
NASA Terancam Kehabisan Baju Astronaut? NASA ditengarai menghambur-hamburkan biaya secara berlebihan selama 10 tahun terakhir hanya untuk pakaian astronaut. (Foto: Maxim Zmeyev)
Jakarta, CNN Indonesia -- National Aeronautics Space Administration (NASA) terancam kehabisan stok baju astronaut di masa depan. Keadaan tersebut pun turut mengancam keberlangsungan eksplorasi antariksa NASA di masa depan.

Padahal, kostum antariksa adalah bagian tak terpisahkan dalam kegiatan eksplorasi antariksa. Pakaian itu melindungi astronaut ketika melintas di ruang vakum udara yang tak beroksigen.

Masalah ini baru diketahui setelah sebuah lembaga internal NASA, Office of Inspector General (OIG), melakukan tinjauan atas uang yang NASA pakai untuk memesan kostum astronaut.


Menurut laporan OIG seperti yang ditulis oleh The Verge, NASA tak becus dalam mengelola dana pembelian pakaian astronaut. Dari tiga proyek pakaian astronaut yang ada, OIG menilai tak ada beres.

Bahkan OIG menemukan NASA mengalihkan sebagaian dana pemesanan pakaian antariksa ke proyek lain.

Padahal uang yang digelontorkan untuk membiayai pakaian antariksa baru tak sedikit seperti dana US$80 juta selama 2011-2016 untuk pengadaan pakaian antariksa yang bahkan proyeknya sudah dibatalkan sejak 2010. Bahkan secara total sejak 2007, NASA menghabiskan US$200 juta untuk pakaian astronaut saja.

"Kami mempertanyakan keputusan NASA melanjutkan mendanai kontrak yang pembatalannya sudah resmi pada 2011 atau sudah lebih dari satu dekade silam," tulis OIG.

Sementara itu, jumlah pakaian antariksa NASA diperkirakan tersisa 18 pasang dengan 11 yang masih layak dipakai untuk kondisi lingkungan Stasiun Antariksa. Empat di antaranya berada di Stasiun Antariksa, dipakai oleh para astronaut yang sedang bertugas.

Dengan persediaan setipis itu dan ancaman tak ada kostum baru, NASA dituntut berhemat kostum antariksa hingga 2024 nanti. Sekadar untuk diketahui, sebuah pakaian astronaut bisa bertahan hingga 15 tahun.

"NASA akan dihadapkan dengan kebutuhan Stasiun Antariksa yang harus terpenuhi sampai 2024, masalah akan bertambah bila pengoperasian stasiun diperpanjang sampai 2028," laporan OIG melanjutkan.

Keadaan tersebut membayangi kepastian proyek jangka panjang NASA seperti penjelajahan antariksa jauh yang melampaui orbit Bumi. Misi itu membutuhkan awak manusia dan dijadwalkan meroket pada 2021 nanti.

Selain misi itu, NASA juga mengagendakan mengirim manusia untuk menjelajah Mars pada 2030.