Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI), Ahmad M. Ramli, mengungkapkan rencana itu sebagai kelanjutan kerja sama dengan Jepang sejak 2015 lalu terkait penyebaran penyiaran.
"Kerja sama ini lebih ke infrastruktur daerah yang tidak terjangkau siaran televisi," ucap Ramli usai menandatangani nota kerja sama di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (2/5).
Pemerintah berambisi memperluas penetrasi penyiaran digital ke daerah terluar, terdepan, dan tertinggal, yang notabene belum memperoleh pasokan listrik memadai. Kemkominfo menggaet Jepang untuk mengadopsi teknologi penyiaran yang sudah mereka pakai di negaranya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, teknologi ini bisa menyampaikan siaran televisi digital ke perangkat bergerak yaitu ponsel cerdas atau konsol portabel seperti PSP dan Nintendo 3DS.
"Sekarang kita lakukan di Biak dan beberapa tempat yang jauh dari pusat. Nanti dilakukan evaluasi daerah mana yang kita bangun," imbuh Ramli.
Teknologi 1seg tidak hanya berguna untuk penyiaran, namun kata Ramli juga dipersiapkan untuk mengawasi terjadinya bencana di daerah terpencil.
Menyangkut investasi, Ramli tidak bisa menyebutkan jumlah yang kedua belah pihak gelontorkan.
"Belom bisa hitung karena sekarang masih uji coba," pungkasnya.