"Mereka sudah beroperasi lagi dengan backup system yang mereka miliki," kata Semuel kepada CNNIndonesia.com, Senin (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ransomware yang menyerang kedua rumah sakit itu, berjenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer atau mengenkripsi semua data yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali.
Nyaris semua komputer di RS Dharmais terpengaruh. WannaCry mengunci semua data dan mengganggu sistem teknologi informasi yang menyimpan seluruh data kesehatan pasien juga catatan pembayaran rumah sakit.
Korban dari WannaCry dipaksa memberi tebusan uang untuk membebaskan dokumen-dokumen yang disandera menggunakan bitcoin.
"Ini sungguh kejam," ujar Presiden Direktur RS Dharmais Abdul Kadir kepada Reuters.
Dari pengamatan Alfons, saat ini serangan siber WannaCry sudah berangsur berkurang. Total perangkat yang terinfeksi saat ini tinggal 118 IP saja, dari total 222.784 IP di seluruh dunia.