Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin mengatakan tim kejahatan siber (Cyber Crime) diterjunkan untuk meneliti peluang Indonesia diserang oleh virus komputer tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun begitu, Syafruddin masih enggan memberikan informasi lebih jauh soal penelitian yang dilakukan timnya. Dia hanya menegaskan semua tim akan berkoordinasi untuk menemukan cara menghalau serangan tersebut.
Seperti diketahui, kasus ransomware WannaCry meroket hanya dalam waktu 24 jam lantaran berhasil menyasar lebih dari 200 ribu IP (internet protocol) di seluruh dunia.
Pelaku akan menginfeksi komputer dengan mengunci data yang tersimpan di dalamnya dan meminta uang tebsan agar dokumen yang tersandera bisa diakses kembali.
Ransomware yang bisa menyebar dalam suatu sistem jaringan komputer membuat pengguna yang lain yang tidak mengakses data pancingan tersebut bisa berpotensi turut menjadi korban.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan dari hasil pantauan tim Kominfo beserta ahli TI lainnya menemukan serangan ini mayoritas menyerang komputer atau server Windows lawas.
"Sejauh ini dari hasil monitor serangan di seluruh dunia, kebanyakan pengguna OS Windows versi lama yang dirilis tahun 2008 ke bawah yang terdampak," ungkap Rudiantara disela konferensi media di Jakarta.