"Laporan yang kami terima ada sekitar 12 institusi yang masuk dan terkonfirmasi, namun bisa saja itu lebih," kata Rudiantara, usai pidato di acara wisuda Universitas Muhammadiyah, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (20/5), seperti dikutip Antara.
Ia mengatakan belasan institusi itu tersebar di Jakarta dan berbagai daerah, dengan segmentasi bidang perkebunan, manufaktur, perguruan tinggi, dan Samsat di Sulawesi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Virus yang masih mengintai itu tidak separah WannaCry, dan itu masih ada dan bergentayangan dari ribuan tinggal ratusan yang ada di Indonesia," katanya.
Lihat juga:Bocah 11 Tahun Ini Curi Data Melalui Boneka |
Ransomware adalah sejenis aplikasi tools/perangkat perusak yang dirancang serta ditanamkan secara diam-diam dan ketika dijalankan secara jarak jauh akan menghalangi akses kepada sistem komputer atau data, bekerja dengan mengunci sistem dengan cara mengenkripsi file sehingga tidak dapat diakses hingga tebusan dibayar.
Ada pun jenis ransomware yang saat ini sedang mewabah adalah WannaCrypt0r 2.0 ransomware, yang memanfaatkan kelemahan sekuriti pada sistem operasi Windows yang telah ditambal oleh Microsoft melalui Security Update Patch pada Maret lalu.
Namun masih banyaknya sistem komputer yang tidak melakukan pembaruan tersebut menyebabkan ransomware ini cepat menyebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat.