"Angka ini mengancam setidaknya 38% dari pekerja bidang ritel yang ada saat ini yaitu sebanyak 16 juta orang," demikian seperti dilaporkan CNN.
"Akibat automasi ini, porsi pekerjaan yang hilang di sektor ritel bisa lebih besar dari manufaktur," seperti tertulis dalam laporan tersebut.
Proses automasi yang terjadi di sektor ritel ini akan lebih banyak memengaruhi proses pembayaran otomatis sebagai pengganti kasir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggantian ini tentu akan menjadi pukulan keras bagi pekerja perempuan. Sebab, sebanyak 73 persen pekerja kasir adalah perempuan.
Lihat juga:Hawking: 100 Tahun Lagi Bumi akan Kiamat |
Menurutnya, pekerja pemasaran masih akan hadir di toko ritel. Hanya saja, jumlahnya tak akan sebanyak sebelumnya. Semakin tingginya gaji pekerja juga jadi alasan peritel untuk menggantikan pekerja mereka dengan sistem otomatis.
Selain itu, tingginya kompetisi dari sektor e-commerce juga jadi faktor pendukung. Sehingga, peritel perlu menemukan cara seefisien mungkin untuk menyelesaikan pekerjaan.