Volvo Tumbalkan Diesel Demi Mobil Listrik dan Hibrida

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 24/05/2017 12:30 WIB
Volvo Tumbalkan Diesel Demi Mobil Listrik dan Hibrida Volvo akan menghilangkan mesin diesel di semua kendaraannya, dan menggantikannya dengan mobil listrik dan hibrida. (Reuters/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mesin diesel kepunyaan produsen otomotif Volvo sepertinya tidak akan memiliki penerus. Bisa jadi generasi terbaru diesel pabrikan asal Swedia itu menjadi yang terakhir, dan beralih kepada mesin hibrida maupun listrik. Walaupun, Volvo masih mempertimbangkan benar-benar menyingkirkan mesin dieselnya.

CEO Volvo Hakan Samuelsson, berpendapat masa depan mobilnya tidak lagi pada mesin diesel, melainkan hibrida plug-in dan mobil listrik. Hal itu juga sebagai antisipasi biaya tinggi untuk membuat mesin diesel sesuai standar emisi yang akan datang.

"Dari perspektif hari ini, kami tidak akan mengembangkan mesin diesel generasi baru," kata Samuel, seperti mengutip TheDrive.


Meneruskan pernyataannya, menurut dia, bahwa pihaknya masih berdiskusi dalam  menentukan pilihan dan tidak pada rencana tegas, benar menghilangkan diesel. Bagi dia, mesin diesel kepunyaan Volvo masih memiliki peranan penting dalam memenuhi standar emisi tertentu, setidaknya dalam beberapa tahun ke depan. Mengingat konsumsi bahan bakar mesin dieselnya, lebih efisien ketimbang mesin bensin.

Begitu juga, lantaran Volvo baru saja meluncurkan varian terbaru mesin dieselnya. Sehingga, tidak ada kebutuhan untuk memutuskan secara cepat mengenai pengembangan diesel masa depan.

Volvo sendiri menerapkan ekonomi superior bahan bakar terhadap mesin dieselnya. Mesin dapat membantu mobil memenuhi target ketat untuk karbon dioksida. Namun, mereka menghasilkan tingkat emisi nitrogen oksida (NOx) lebih tinggi dan partikel daripada mesin bensin. Standar Amerika Serikat yang berfokus pada emisi ini adalah Volkswagen, dan sekarang Eropa mengubah standarnya untuk menekan emisi NOx juga.

Samuel mengatakan, mesin diesel akan dibutuhkan dalam memenuhi standar emisi Uni Eropa sampai 2020. Ketika mengantisipasi perubahan peraturan akan menaikan biaya bahan bakarnya, solar. "Produksi bisa berlanjut hingga sekitar 2023," kata dia.

Diesel masih mewakili sekitar 50 persen pendaftaran mobil baru di Eropa, dan 90 persen sport utility vehicle (SUV) Volvo XC90 yang dijual di sana memiliki mesin diesel.

Menariknya, di tengah pertimbangan untuk mesin diesel, Volvo akan mengalihkan fokus kepada hibrida plug-in dan mobil listrik, untuk sebagian bersaing dengan Tesla. Ia berujar, Volvo berencana meluncurkan mobil listrik mass market pertamanya pada 2019. Selain juga ingin menambahkan powertrain plug-in berbiaya rendah untuk mobil-mobil kecil di samping mesin T8 "Twin Engine" yang digunakan di XC90, S90, dan V90, seperti plug-in hybrid model performa Polestar.

Sebelumnya, Volvo berencana menempatkan 1 juta mobil listrik dan hibrida plug-in di jalan pada tahun 2025. Tujuan itu semakin penting sekarang karena Volvo memandang masa depan sebagai pilihan antara diesel dan listrik. Betapa ironisnya, pertama plug-in hibrida pertama Volvo yang berbasis pada V60, memiliki mesin diesel.