Henky Prihatna selaku Head of E-Commerce Google Indonesia mengatakan bahwa hal ini unik terjadi mengingat penetrasi perangkat mobile mengalami peningkatan sebesar 47 persen selama 2016. Sementara itu, di sisi desktop penetrasinya hanya 15 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Populasi kita kebanyakan siapa sih? Anak muda kan. Nah, mereka biasanya megang apa? ponselkan. (Tapi pembeliannya lebih besar di desktop], karena dia searching-nya di mobile yang gampang dibawa-bawa. Tapi pada waktu butuh detail, dia lari ke desktop," kata Ayu.
"Ketika mereka masukin kartu kredit, mereka lebih nyaman di desktop karena takut salah masukin nomornya. Ada beberapa habit yang seperti itu," tambahnya.
Sayangnya, Blibli enggan mengungkap berapa perbandingan penjualan melalui mobile dan desktop. Namun, pihaknya memastikan bahwa transaksi di desktop jauh lebih besar dibanding mobile.
Sekadar informasi, Google juga menunjukkan bahwa handset merupakan produk yang paling banyak dicari masyarakat Indonesia ketika Ramadan. Smartphone di kelas low-tier meningkatkan pencariannya hingga 1,4 kali lipat selama bulan puasa sementara kelas mid-tier naik 1,35 kali dan kelas High-tier naik 1,25 kali selama Ramadan 2016.