Bocah 15 Tahun Diduga Jadi Korban Persekusi Pendukung FPI

Eka Santhika, CNN Indonesia | Kamis, 01/06/2017 18:29 WIB
Bocah 15 Tahun Diduga Jadi Korban Persekusi Pendukung FPI Ilustrasi (KaboomPics)
Jakarta, CNN Indonesia --
Video mengenai seorang anak berusia 15 tahun yang tengah dikerumuni warga beredar di internet. Dalam video tersebut, anak ini disebutkan warga telah melakukan penghinaan terhadap ulama dan organisasi Islam. Anak ini dikerumuni oleh warga yang diduga merupakan anggota ormas Front Pembela Islam di Cipinang Muara.

Dari video yang beredar di internet, bocah berinisial PMA ini dikerumuni dan dinasihati seorang warga untuk tidak mengulangi perbuatannya yang dianggap menghina Rizieq Shihab.

Namun, sayangnya beberapa warga lain yang mengerumuni bocah tersebut melakukan tindak kekerasan berupa pukulan yang mengenai kepala dan pipi bocah itu.


PMA lantas diminta membacakan surat pernyataan permohonan maaf yang telah ditandatangani di atas materai. Saat membacakan surat tersebut, tampak ibunya turut mendampingi.
Dalam surat permohonan maaf tersebut, disebutkan bahwa si bocah telah mengepos dua foto yang telah diedit pada 26 Mei 2017. Salah satu foto editan tersebut menyebut FPI dengan sebutan Front Pengangguran Indonesia. 

Sementara foto lainnya, menyebutkan bahwa Rizieq Shihab dan ulama lainnya seakan-akan pernah bermain di Hotel Alexis. Selain itu, ia juga menantang umat Islam untuk berduel satu lawan satu. 

Berikut cuplikan video yang CNNIndonesia.com rangkum dari beberapa akun Twitter netizen.





Sayang, video yang beredar di media sosial ini hanya menampilkan sebagian dari keseluruhan adegan penghakiman atas bocah berumur 15 tahun ini. Video lengkap bisa diunduh di tautan ini. 
Selain itu, CNNIndonesia.com juga tak dapat menelusuri status yang diributkan dalam video tersebut di akun Facebook PMA. Diperkirakan status bermasalah tersebut telah dihapus. Begitupula ketika CNNIndonesia.com berusaha menghubunginya dan menanyakan terkait foto dan status yang ia publikasikan. Hingga berita ini diturunkan, ia belum memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai hal ini. 

Menanggapi peristiwa ini, Slamet Maarif, Juru Bicara DPP FPI mengaku bahwa tindakan tersebut adalah tindakan spontan pendukung FPI.  

"Iya itu masyarakat yang simpati terhadap perjuangan FPI dan tidak terima ulamanya dihina di dampingi oleh FPI agar tidak ada main hakim sendiri," tulisnya lewat pesan teks kepada CNNIndonesia.com. 
Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Sumatera Barat. Korbannya, seorang perempuan, Fiera Lovita. Penyebabnya, juga karena mengepos status di Facebook yang menyinggung Rizieq Shihab, pentolan FPI yang kini berada di Arab Saudi.

Ketika ditanya apakah ada arahan dari FPI terkait adanya kejadian serupa ini, Maarif membalas singkat.

"Laporkan, bawa ke kepolisian. Tidak ada lagi perjanjian diatas matere, penjajakan. Biar ada efek jera," tulisnya.

Lebih lanjut, ia mengutarakan harapannya. "Ya, semoga penghina agama dan ulama proses secara hukum penjarakan agar ada efek. Jera sehingga tdk ada gesekan antar pemeluk agama."

[Gambas:Youtube]


ARTIKEL TERKAIT