Layanan milik Facebook, berupaya menekankan aspek trasnparansi terhadap sistem kerja konten berbayar. Pasalnya selama ini iklan yang terpampang di Instagram melalui akun selebgram sulit dibedakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diungkapkan di atas, label tersebut bisa dipakai baik untuk unggahan foto maupun di Story. Mereka berencana merilis fitur ini beberapa pekan ke depan.
"Setelah memantau sejumlah postingan Instagram dari para selebriti, atlet, dan influencer lain, staf FTC mengirimkan lebih dari 90 surat yang mengingatkan mereka agar membuka dengan jelas hubungannya dengan produk yang mereka promosikan di media sosial," kata FTC dalam rilisnya 19 April lalu.
Cara beriklan di Instagram memang agak unik. Selain spot beriklan resmi dari Instagram sendiri, pengiklan kerap meminjam figur akun-akun berpengaruh dengan jumlah pengikut yang besar untuk mempromosikan produknya.
Saking besarnya peluang selebgram menuai pendapatan dari produk yang mereka pasarkan, mereka bahkan masuk ke dalam bidikan Dirjen Pajak.
Sebuah studi dari kantor pemasaran Mediakix menemukan bahwa 93 persen konten dari 50 selebgram dengan follower terbanyak minim informasi soal hubungannya dengan para pengiklan.
"Penting untuk memastikan bahwa komunitas bisa mudah mengenali kapan seseorang yang mereka ikuti dibayar untuk mengunggah konten itu," imbuh Instagram di blognya.
Sementara waktu fitur ini akan berfungsi secara opsional. Namun Instagram berencana membuat fitur ini wajib buat semua selebgram yang beriklan.