Lima Juta Mobil Listrik di China Tak Berdampak Perbaiki Udara

Hafizd Mukti, CNN Indonesia | Jumat, 07/07/2017 13:36 WIB
Meskipun diperkirakan lima juta unit mobil listrik berkeliaran di jalanan China, hal itu tidak berdampak pada perbaikan kualitas lingkungan. Apa sebabnya? Ilustrasi mobil listrik Faraday Future FF99. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- China terus memimpin jadi negara yang fokus dalam pengembangan mobil listrik. Hingga 2020 nanti diperkirakan akan ada lima juta unit mobil listrik berkeliaran memenuhi jalanan negeri tirai bambu itu.

Kampanye masif yang dilakukan pemerintah China berdampak langsung pada peningkatan unit penjualan mobil listrik. China menjadi negara paling impresif untuk mengganti bahan bakar kendaraan dengan energi terbarukan.

Meski demikian China dikatakan masih memiliki pekerjaan besar untuk menekan emisi selain mengubah kendaraan menjadi kendaraan listrik. Itu karena listrik di China rata-rata masih dihasilkan oleh generator yang menggunakan bahan bakar fosil, tidak seperti negara maju di Eropa yang sudah menggunakan listrik dari sumber energi yang terbarukan misalnya dari tenaga surya, angin dan air atau lainnya.


Dikutip Carscoop, mobil listrik di China malah mengonsumsi lebih banyak energi ketimbang mobil mobil bensin atau solar tradisional.

Peneliti dari China menyebutkan mobil listrik lokal di China berkontribusi 50 persen dalam peningkatan gas rumah kaca. Selain itu total konsumsi energi selama kendaraan aktif hanya bersumber dari energi yang kotor tadi.

Saat mengatakan China menuju mobil yang benar-benar bersih lingkungan sepertinya masih panjang, karena sumber dari pengisian baterai masih belum berasal dari energi yang ramah lingkungan.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK