"Transportasi online menurut saya, mohon maaf, ini lebih syariah dari taksi yang kita setop di jalan," ucap Rudiantara di Jakarta, Rabu (19/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, ia tak menampik ada dampak negatif yang ditimbulkan, terutama terhadap pengemudi taksi konvensional. Dalam hal itu, Rudiantara memastikan pemerintah akan melakukan sosialisasi yang lebih baik.
Hal itu dilakukan guna memastikan layanan transportasi online menjaga standar keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna.
"Pemerintah harus merespon dinamika perubahan sangat cepat ini sehingga semuanya bisa menerima," ucap Jokowi di Kantor Presiden, Selasa (18/7) kemarin.
Dalam rapat kabinet kemarin, Rudiantara menuturkan bahwa pemerintah memastikan menyambut kehadiran layanan transportasi online.
Pertimbangannya adalah transportasi online membawa berbagai manfaat di antaranya adalah penghematan bahan bakar dan emisi karbon berkurang.